Your simple gesture of love is light for the children's future. Living beyond poverty, their simple dream is going to school (and you can help them with that). Join us to provide them with proper education by donating with us. Be our partner to lighten up their hope for future
BABEL GLOW
Semangat Belajar Yang Terkendala
PERESMIAN CHAPTER BANGKA
Melayani adalah panggilan bagi kita semua yang telah mengalami karya penyelamatan dalam tubuh dan darah Kristus. Melayani bukanlah sebuah kewajiban saat kita menjadi orang Kristen, bukan pula sebagai bayar harga karena Kristus telah menebus kita dari dosa.
Melayani adalah sebagai ungkapan syukur, dan juga sebagai cara manusia untuk menerapkan ajaran-ajaran Kristus dalam hidup orang percaya.
"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" Matius 20:28. Biarlah kata melayani ini menjadi satu ‘kesukaan' bagi kita semua orang percaya. Karena Kristus telah lebih dahulu melayani saudara dan saya. Melayani Tuhan adalah karunia, dimana kita dapat mengekspresikan kasih kita pada Tuhan.
Martin Luther King, Jr, pernah mengatakan "Semua orang bisa menjadi orang hebat karena semua orang bisa melayani. Anda tidak memerlukan ijazah perguruan tinggi untuk dapat melayani. Anda tidak perlu menimbang-nimbang dan memutuskan untuk melayani. Yang Anda butuhkan hanya hati yang penuh belas kasihan. Jiwa yang digerakkan oleh kasih."
Dari sudut pandang dunia, orang dianggap besar bila banyak orang melayaninya. Tetapi di kerajaan Allah, justru sebaliknya. Untuk menjadi besar, Anda harus menghitung berapa banyak orang yang sudah Anda layani. Lukas 22:24-27 mencatat pertengkaran murid-murid Yesus mengenai siapa di antara mereka yang paling sukses. Yesus berkata kepada mereka: "Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan... Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan."
Sikap melayani adalah sikap yang sama sekali tidak mementingkan diri sendiri, tetapi sebaliknya memikirkan apa yang bisa diberikan demi kebaikan orang lain.